Saturday, February 14, 2009

VIRUS-VIRUS UKHUWWAH (episod1)

ahad 15/2/2009
ukhuwwah 1
dipetik dr buku;-Abu 'Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah

Mencintai sesama Mukmin dan mengikat tali ukhuwah (persaudaraan) merupakan suatu
perbuatan yang amat mulia dan sangat penting. Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan
persaudaraan sebagai sifat kaum Mukmin dalam kehidupan dunia dan akhirat, seperti dalam
firman-Nya bermaksud;
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara" (al-Hujurat [49]: 10).
Ukhuwah yang terjalin antara sesama Mukmin tersebut dibangun di atas asas iman dan
aqidah. Ia adalah persaudaraan yang terbina kerana Allah dan merupakan tali iman yang paling
kuat.
Ukhuwah seperti inilah yang dibina oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau
mendidik para sahabat radhiyallahu 'anhum selama tiga belas tahun di Makkah ditambah
beberapa tahun setelah tinggal di Madinah. Selama fasa Makkah, beliau tidak pernah bergumam
"Sampai kapan, kita harus mendidik perasaan-perasaan itu, tanpa 'berbuat'." Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam sangat yakin—sesuai pemberitahuan dari Allah—bahawa upaya
tersebut merupakan projek paling penting yang harus dipersiapkan guna membangun basis
komunitas Mukmin…Ukhuwah adalah prioritas utama, kerana merupakan tuntutan mutlak untuk membangun basis kekuatan bagi kaum Mukminin, yang sekaligus menjadi cikal bakal bagi
lahirnya umat Islam. Proyek tersebut merupakan realisasi dari kalimat tauhid La Ilaha Illallah.
Kalimat La Ilaha Illallah tidak terbatas sebagai ungkapan nurani yang paling dalam, tapi
mencakup komitmen untuk menjalankan apa yang diturunkan oleh Allah. Oleh kerananya,
komitmen dengan segala yang datang dari Allah merupakan bahagian dari tuntutan La Ilaha
Illallah. Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat mencintai ukhuwah, memuji dan mewajibkannya
kepada seluruh Mukmin. Allah menurunkan banyak ayat yang berkaitan dengan tema ukhuwah.
Barangkali yang paling menonjol di antaranya adalah beberapa ayat dalam surat al-Hujurat,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,
(kerana) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok).
Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, (kerana) boleh jadi
wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita-wanita (yang mengolok-olok). Dan
janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelargelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk setelah iman. Dan
barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Hai orang orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka
itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah
sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang" (al-Hujurat [49]: 11-12).

Kerana itu, di antara pendekatan syaitan untuk menyesatkanmu adalah menanamkan
kebencian pada dirimu terhadap sahabat-sahabatmu. Ia berbisik di telingamu: orang ini pernah
berbuat sesuatu, orang itu pernah menyakitimu. Ia terus melakukan propaganda itu sehingga
engkau menyendiri, lemah dan malas. Tidak lama kemudian, dirimu dikuasai nafsu dunia,
syaitan memperdayamu dengan khayalan-khayalan maya, kesibukan-kesibukan duniawi yang
remeh, memikirkan dunia dengan segala kesenangannya. Hatimu semakin asing dari sahabat,
masalah dakwah, dan halaqah-halaqah ilmu, sehingga dirimu menjadi santapan lazat baginya,
dan terjerat tanpa daya dalam cengkeramannya. Inilah kerugian yang paling besar.

Mungkin anda pernah menyakiti seseorang yang berperasaan halus, menjatuhkannya,
bahkan menghancurkannya tanpa disedari. Pada saat yang sama, anda tak pernah berusaha
menyelami perasaannya. Maka sikap anda itu menjadi pukulan lain baginya, sehingga genaplah
penderitaannya, dan anda telah membunuhnya dua kali.
Melihat permasalahan-permasalahan di atas, kita tidak boleh meremehkan virus-virus dan
noda-noda yang mencemari kejernihan ukhuwah. Kita mesti mengetahuinya dengan baik agar
terjaga dari impak negatifnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengekalkan kehangatan di
antara kita, menjadikannya sebagai bekal dalam menempuh perjalanan hidup dan mengembang
risalah kita. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan, dan kepada-Nya kita bertawakal.
***stop dlu kat m/s 17 nt kte study lg yer..;)

No comments:

Post a Comment